July 22, 2021 By worldextremecagefighting.us 0

5 Dampak Psikologi bagi Anak Broken Home

Tumbuh di tengah keluarga yang utuh dan bahagia tentu menjadi impian semua anak. Anak butuh tumbuh di lingkungan yang nyaman karena mereka tidak hanya butuh fisik yang sehat tapi juga mental yang kuat. Lalu, apa jadinya jika anak harus tumbuh di lingkungan broken home? Seperti apa dampak psikologi yang harus diterima?

Dampak Psikologi

Sosok anak yang tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh biasanya akan menerima dampak psikologi. Kondisi mentalnya dapat terguncang karena merasakan perpecahan orangtua dan keluarganya. Berikut adalah 5 dampak psikologi yang dapat dirasakan oleh anak dari keluarga yang terpecah:

  • Perubahan Karakter

Saat merasakan perpecahan di tengah keluarganya, anak bisa saja mengalami perubahan karakter. Kondisi ini tentu bisa berdampak buruk karena biasanya perubahan karakter tersebut mengarah ke hal yang negatif. Misalnya, anak berubah dari sifatnya yang periang menjadi pendiam dan mengurung diri dari lingkungan sosialnya.

  • Muncul Kecemasan

Bagi anak yang keluarganya terpecah dengan cara yang tidak baik, hal tersebut bisa memunculkan rasa cemas berlebih. Misalnya, kedua orang tua bercerai karena KDRT. Hal ini bisa memunculkan kecemasan pada pikiran si kecil. Rasa cemas itu bisa saja muncul berlebihan dan membuatnya selalu merasa ketakutan hingga sulit beraktivitas seperti biasa.

  • Depresi

Ini adalah salah satu akibat buruk yang bisa ditemui pada anak broken home. Semua beban mental yang harus ditanggung anak akibat perpecahan keluarga membuatnya harus merasakan depresi. Kondisi ini dipicu oleh pikiran yang tidak bahagia dan terus mencemaskan kondisi keluarganya. Masalah mental ini harus mendapatkan penanganan ahli agar tidak berdampak fatal.

  • Merasa Minder

Anak yang berasal dari keluarga tidak utuh biasanya akan merasa minder. Ia akan memiliki rasa rendah diri yang begitu kuat hingga sulit bersosialisasi dengan orang di sekitarnya. Perasaan minder ini bisa berdampak buruk karena akan membuat anak menarik diri dari hubungan sosial. Ia bahkan bisa kesulitan sekolah dan tidak punya teman karena merasa malu akan kondisi keluarganya.

  • Muncul Sikap Kasar

Dampak berikutnya yang bisa ditemui pada anak korban perpecahan keluarga adalah munculnya sikap kasar. Anak yang ditinggal kedua orangtuanya berpisah biasanya akan lebih kasar. Sikap ini merupakan wujud pelampiasan amarah karena merasa kesal dengan takdir yang terjadi di keluarganya. Selain kasar biasanya anak juga akan menjadi pemberontak dan tidak mau taat pada aturan.

Itulah 5 dampak psikologi yang bisa dialami oleh anak korban broken home. Jika memang orangtua harus berpisah karena alasan tertentu, maka anak harus mendapatkan perhatian khusus. Cari referensi sebanyak-banyaknya lewat artikel keluarga atau lakukan konsultasi dengan ahli. Pastikan anak tidak mendapatkan dampak psikologi yang merusak kualitas hidupnya nanti.